Selasa, Maret 04, 2008

Hilang.....

       Hilang malam menyibak pagi
       Hilang hujan menggaris pelangi
       Hilang ramai berganti sunyi
       Hilang macet lancar sekali
       Hilang makalah ngetik lagi
Gw Hilang selera nulis puisi


Apa yang bakalan lo lakukan kalo kehilangan sesuatu, seperti duit receh buat bayar angkot yang nyempil dalam tas penuh kertas fotokopian materi kuliah misalnya? Kalo gw sih bakalan nyari dengan segenap jiwa raga dan sepenuh hati, apalagi itu duit receh terakhir gw di akhir bulan. Gimana engga nyari, bisa kualat disembur sopir angkot yang lagi ngejar setoran dan menghindari tilangan polisi. Lagian, itulah kewajiban seorang penumpang angkot teladan se-depok kayak gw [jangan percaya]. Dan gw sekarang lagi ngga kehilangan duit receh.

Kehilangan kadang emang bikin kita takut untuk memiliki. Tapi kita juga kudu tau, kalo kehilangan itu memang sebuah resiko dari memiliki. Dan gw sering kali terombang-ambing di antara dua sisi ini. Gw tau kehilangan itu resiko dari memiliki, tapi kadang gw takut kehilangan maka gw dengan bodohnya bersikap ga mau memiliki, hanya karena alasan yang mahasangat ngga logis.

Padahal itulah hidup. Kehilangan adalah bagian dari kehidupan itu sendiri. Ketika seseorang meninggal, ia kehilangan hidupnya. Tapi karena ia tahu ia akan kehilangan hidupnya, maka sebelum ia kehilangan ia akan memberi arti yang sangat berharga bagi hidupnya itu, tidak disia-siakan begitu saja.

Dan dengan segenap cita yang tertanam dalam diri gw, gw pingin jadi orang yang memandang bahwa kehilangan itu adalah sebuah resiko. Bukannya orang yang berpandangan bahwa kehilangan adalah alasan untuk tidak memiliki. Pandangan mana yang lo pilih?

[setelah kehilangan, kita semakin mendalami arti dari memiliki......., selamat jalan Bapu]