Selasa, Januari 08, 2008

Naruto dan Bang Idin




Suka ato pernah nonton film anime yang satu ini ngga? [kalo belum langsung ke paragraf ketiga, hoho, serius ni, ketimbang ngga nyambung] Menurut kabar buyung, Naruto itu nama aslinya Narto, asalnya dari Kebumen. Karena dalam bahasa Jepang namanya susah disebut dengan baik, akhirnya ditambah huruf U di tengah-tengahnya, jadilah Naruto. Nah Bang Idin itu temennya Narto dari sukabumi, mereka satu profesi sebagai tukang bakso di daerah Bintaro. Suatu hari Narto mencoba menciptakan bakso dengan cara yang unik, yaitu dengan memutar-mutarnya menggunakan tenaga dalam yang kebetulan Narto pelajari secara turun temurun dari kakeknya yang bernama Engkong Noha. Setelah bereksperimen akhirnya jadilah bakso khas Narto yang dia namai Bakso Rasengan.

Bang Idin sendiri tadinya adalah pedagang mie ayam langganan Narto, karena bisnis mie ayamnya lesu maka bang Idin beralih profesi menjadi pedagang bakso. Mereka berdua hidup rukun dan damai hingga akhir hayat. Yang percaya cerita ini pasti bloon, yang bikinnya aja lagi dalam kondisi bloon bin jayus ko, heheh. Belum, belum selesai, ada yang mau gw omongin dikit.

Mental Jawara
[*agakserius mode ON*] Sebelumnya, bagi yang blom tau siapa itu Bang Idin, bisa melihat dulu di sini. Tapi gw juga sbenernya mo ngomong tentang dia dikit lah. Well, bisa dibilang dia itu salah seorang dari orang-orang jaman sekarang yang amat sangat patut diteladani sekali. Why? soalnya dia itu foto model terkenal yang keren dan kece, heheh, bukan, soalnya dia itu orang yang bicara dengan perbuatan dan solusi, te-o-pe-be-ge-te.

Bang Idin dkk., selama 15 tahun, tanpa disuruh siapapun, melakukan penghijauan dan pembersihan bantaran kali pesanggrahan! sudah mencapai 35 km! Keren ga tuh? sampe pernah dianggep gila, cekcok sama pejabat, 'berlayar' menyusuri sungai 5 hari, untuk sebuah cita-cita yang selama ini sampe bosen didengungkan pencinta lingkungan yang 'vokal' [baca: jago ngomong].

Dalam acara kick andy di Metro tv, Bang Idin bercerita tentang masalah cekcoknya dengan pejabat. Katanya, [*agakbetawi mode ON*] kalo ntuh orang ngga ngerti diomongin, kita kudu pake 'bahasa jawara', gitu kira-kira tebakan gw soal omongannya Bang Idin, maklum pikun. Nah, kalo pandangan gw masalah bahasa jawara kan palingan seputar golok, cimande cikalong cikande cimalong, adu otot, adu urat, adu suit, maen benteng [ngga lah]. Tapi Bang Idin kemudian menjelaskan, jawara itu adalah yang bisa membuat lawan perjuangan menjadi kawan perjuangan. Sekarang, orang-orang yang dulunya menentang dan menganggap Bang Idin gila malah berbalik mendukung dia. KWEREEEEEN, akyu jhadyi ngefans loh shama dhiaaaaaaa [jijay bajay sndiri ngomongnyah,huek!]

Ngedenger itu, tiba-tiba keinget sama adegan Naruto vs Gaara selepas sabotase ujian chuunin di Konoha. Naruto bertempur dengan sepenuh hati demi menyelamatkan Sakura dan Sasuke ketika Gaara sudah berubah wujud menjadi Shukaku [persis merk lampu]. Lalu dengan kuchiyose no jutsu [summoning technique] memanggil Gamabunta yang kemudian dengan meminjam kekuatan Naruto [henge] berubah menjadi Kyuubi , dan akhirnya Naruto mengalahkan Gaara dengan cara yang unik, ngejedotin kepala. Sebelum ngejedotin kepala saking ngga nyambungnya, mending gw ringkas aja deh ceritanya yak, heheh.
Gaara dan Naruto awalnya juga berseteru, Gaara yang dingin dan gapunya temen dengan tujuan hidup untuk membunuh bertemu dengan Naruto yang enerjik dan setia dengan sahabatnya. Setelah pertarungan sengit yang [mnurut gw] dimenangkan Naruto itu, Gaara ngeh juga, kok dia [Naruto] mau-maunya mempertaruhkan nyawa buat nyelametin temennya yang bukan siapa-siapanya, why? why? dan pasca pertarungan itu Gaara punya tujuan hidup baru, melindungi teman-temannya dan warga desanya, dan dia berterima kasih banget sama Naruto yang punya power of change sedemikian dahsyat sehingga membuka matanya bahwa membunuh itu bukan tujuan hidup yang layak diperjuangkan, dan persahabatan pun dimulai, keren kan? itu dia namanya JAWARA.

                 
                                Bang Idin           +            Naruto                  =             Narudin

Baik Bang Idin maupun Naruto, gw ga kenal baik [yaiyyalaaaah dodol], tapi yang pasti mereka tidak berdagang bakso seperti yang gw ceritain di awal tulisan, dan mereka, walaupun jarak [indonesia-jepang] dan alam [nyata-kartun] memisahkan, mempunyai kesamaan, NGGA BANYAK OMONG dan BERMENTAL JAWARA.

[*arisan mode ON*]Ikutan mereka yu jeng, yuuuuuuuuuu.