Selasa, Januari 08, 2008

Aroma Cinta

Begini nih, kalo sisi melankolis gw kluar, ntah knapa tiba2 pengen nulis yang kayak ginian. Biasanya kalo gw lagi melankolis dan belaga kayak pujangga nyasar, kucing-kucing jadi jatuh cinta sama gw, soalnya gw nenteng-nenteng ikan asin [jatoh cinta ato ngincer ikan asin???], ah udah lah, read okeh!

Suatu pagi, beberapa saat yang lalu, di perjalanan menuju ke kampus, saya memacu perlahan motor saya dengan niat menikmati udara pagi. Di sepanjang jalan, anak-anak berseragam satu-persatu muncul dari halaman rumahnya dan bergabung bersama gerombolan berseragam lainnya menuju sekolahan.
Ritual pagi hari biasa.
Tiba-tiba aroma telur goreng menyeruak di hidung, hmm, sedap sekali. Kelenjar saliva mengiyakannya pula. Entah mengapa bibir saya lantas mengucap, "ini aroma cinta…" lantas segaris senyum menghiasi wajah saya.
Dan di sisa perjalanan pun rangkai kata bertaut membentuk sajak dalam benak saya.

Pernah hirup aroma cinta?
Dia harum telur goreng di pagi hari
Dengan cita rasa kasih
Dari seorang bunda
Untuk si buah hati
Yang hendak berangkat sekolah

Yup, telur goreng itu dibumbui cinta yang begitu banyak, sehingga aromanya menjadi inspirasi kecil untuk sajak sederhana ini. Untuk para ibu, untuk ibuku, terima kasih telah menyediakan sarapan selama ini, walau kadang teronggok tak termakan karena si buah hati terburu-buru berangkat ke sekolah.
Indahnya pagi hari jika semerbak 'aroma cinta' menghiasi atmosfer bumi ini, ya nggak?