Siapa hendak turut?
Ke Bandung, Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama
....
Dan seterusnya (lupa)
err, sebenarnya terusannya bisa ditemukan di sini. Lagu nostalgik dari masa perosotan batu yang meninggalkan luka abadi di kaki kanan dan ayunan di tengah taman yang jadi alat pemacu adrenalin pertama yang pernah disentuh.
Bicara tentang kereta membuat ingatan saya berputar-putar di sekitar Densha Otoko, Byousoku 5 Cm, atau Mawaru Penguindrum.
Hah sebelum jauh ngelantur, sebenarnya hanya ingin posting video ini:
KRL Ekonomi, dengan pintu terbuka abadi (kadang ada pintu yang fleksibel bisa ditutup buka, biasanya tertutup dengan efek rem), dan penumpang yang kadang memilih duduk di atap demi dianggap jantan atau malas berdesak-desakan dengan aroma keringat di dalam gerbong. Di saat kosong dan beruntung, kita bisa mendapatkan tempat duduk(?) di pintu yang tidak menghadap ke peron ketika berhenti. Dan di situlah saya,
KAPAN LAGI KAN
sudah jarang naik kereta, kalaupun naik dapatnya yang ber-AC.
Suatu saat nanti ketika pelayanan kereta lebih baik, keselamatan diperhatikan, penumpang tidak liar lagi, mungkin video ini bisa jadi kenangan lucu, mengendap dengan ratusan video KRL Ekonomi Jadebotabek lain di ranah daring ini.