Senin, Oktober 22, 2012
no moe no life
oleh:
lukman
no moe no life
2012-10-22T05:02:00+07:00
lukman
inkscape|life|moe|no moe no life|PNG|subculture|svg|
Comments
Senin, Oktober 08, 2012
Belanja Tanpa Kata
Sesosok mas-mas random membuka pintu sebuah minimarket mainstream dengan sikunya, tidak ingin meninggalkan sidik jari. Langkah pertamanya ke dalam minimarket itu disambut silau lampu, terang benderang, begitu berbeda dengan malam pekat di luar sana. Sesaat kemudian matanya mulai bisa menyesuaikan kondisi cahaya, saatnya menjalankan misi utama, belanja.
Pandangannya pun menyapu rak-rak yang terbentang, langkah pun dimulai. Susunan botol-botol shampo dan sabun cair menyambutnya di rak pertama namun tak dihiraukan. Dia hanya ingin berputar sedikit ke ujung terjauh rak ketiga, ada deretan mie instan bersinar-sinar menunggu dijemput di sana. Di seberangnya ada rak minuman seduh instan berpijar minta disinggahi.
Semua barang belanjaan sudah masuk keranjang, saatnya tempat paling mendebarkan harus dikunjungi. Kasir.
Si mas-mas random menaruh barang belanjaannya di meja kasir. Perlahan. Tanpa suara.
"Selamat malam, anda punya kartu minimarket kami mas?" sang kasir membuka percakapan. Si mas-mas random menggeleng. hening sepersekian detik dan kasir pun mulai menghitung belanjaan. Hening. Yang ada hanya suara tombol mesin kasir dan scanner barcode bergantian dalam tempo yang teratur.
"Totalnya tiga puluh enam ribu seratus rupiah," suara sang kasir tiba-tiba memecah suasana khidmat si mas-mas random yang sedang menikmati bunyi-bunyian yang mulai renyah di telinga. Dikeluarkanlah selembar rupiah biru bergambar I Gusti Ngurah Rai.
"Ada uang seribu seratus rupiah mas?" sang kasir bertanya. Mas-mas random sadar maksud dari sang kasir, untuk memudahkan uang kembali nantinya, tapi apa daya, kebetulan ada seribu seratus rupiah di sakunya, inikah takdir? Entahlah, yang jelas si mas-mas random ini bersegera menyodorkan uang tersebut untuk memudahkan transaksi.
Struk belanja dicetak, uang kembalian diserahkan bersama struk belanja dan basa basi dari sang kasir. Mas-mas random menanggapi dengan tersenyum dan mengangguk kemudian berjalan ke arah pintu minimarket, mendorongnya dengan siku untuk alasan yang sama, kemudian menghilang di kegelapan malam bersama bungkusan belanjaannya.
Misi sukses.
Pandangannya pun menyapu rak-rak yang terbentang, langkah pun dimulai. Susunan botol-botol shampo dan sabun cair menyambutnya di rak pertama namun tak dihiraukan. Dia hanya ingin berputar sedikit ke ujung terjauh rak ketiga, ada deretan mie instan bersinar-sinar menunggu dijemput di sana. Di seberangnya ada rak minuman seduh instan berpijar minta disinggahi.
Semua barang belanjaan sudah masuk keranjang, saatnya tempat paling mendebarkan harus dikunjungi. Kasir.
Si mas-mas random menaruh barang belanjaannya di meja kasir. Perlahan. Tanpa suara.
"Selamat malam, anda punya kartu minimarket kami mas?" sang kasir membuka percakapan. Si mas-mas random menggeleng. hening sepersekian detik dan kasir pun mulai menghitung belanjaan. Hening. Yang ada hanya suara tombol mesin kasir dan scanner barcode bergantian dalam tempo yang teratur.
"Totalnya tiga puluh enam ribu seratus rupiah," suara sang kasir tiba-tiba memecah suasana khidmat si mas-mas random yang sedang menikmati bunyi-bunyian yang mulai renyah di telinga. Dikeluarkanlah selembar rupiah biru bergambar I Gusti Ngurah Rai.
"Ada uang seribu seratus rupiah mas?" sang kasir bertanya. Mas-mas random sadar maksud dari sang kasir, untuk memudahkan uang kembali nantinya, tapi apa daya, kebetulan ada seribu seratus rupiah di sakunya, inikah takdir? Entahlah, yang jelas si mas-mas random ini bersegera menyodorkan uang tersebut untuk memudahkan transaksi.
Struk belanja dicetak, uang kembalian diserahkan bersama struk belanja dan basa basi dari sang kasir. Mas-mas random menanggapi dengan tersenyum dan mengangguk kemudian berjalan ke arah pintu minimarket, mendorongnya dengan siku untuk alasan yang sama, kemudian menghilang di kegelapan malam bersama bungkusan belanjaannya.
Misi sukses.
oleh:
lukman
Belanja Tanpa Kata
2012-10-08T17:41:00+07:00
lukman
alfamart|belanja|cerita|fiksi|indomaret|kata|mainstream|minimarket|random|tanpa|
Comments
Selasa, September 18, 2012
Kertas HVS Kosong
kertas HVS kosong kadang berbahaya jika dibiarkan tergeletak tak berdaya. Berbekal sebatang pensil (dan kerabat alat tulis yang lainnya) diisilah kekosongan itu.
![]() |
| err, entah saya memikirkan apa waktu itu |
![]() |
| Hatsune Miku! ini kalau nggak salah dibuat ketika nonton konsenya yang tahun 2011 Tentu saja saya nonton langsung, di komputer |
![]() |
| Samar-samar teringat sayonara zetsubou sensei, tapi entah juga. Oh bisa juga Steins;gate, C3, apa ya? /ngawursemua |
![]() |
| Ah ada OC (?) saya ahihihi. Dibilang kayak alay sih ;_; |
![]() |
| ini dari IPB dan Iklan axis yang ada orang mau dibakar itu, yagitudeh |
![]() |
| Q, don't ask |
![]() |
| Ketika saya mendadak mainstream maka ada burung marah-marah |
![]() |
| angry cat, myawrwrwrwrwr shaaaaa shaa SHAAA |
![]() |
| Angry Garu, petok |
![]() |
| mboh random, pake khot pen, pokoknya ada kucingnya |
| sponsor |
random? biarin, yang penting hepi
oleh:
lukman
Kertas HVS Kosong
2012-09-18T17:16:00+07:00
lukman
doodle|gambar|hatsune|HVS|kertas|miku|sketch|straycat|
Comments
Senin, September 17, 2012
Saat Listrik Padam
oleh:
lukman
Saat Listrik Padam
2012-09-17T17:03:00+07:00
lukman
coret|lampu|listrik|mati|padam|pln|random|
Comments
Senin, September 10, 2012
kebab unyu dan salmon-chan
Hari ini akhirnya hujan turun, setelah lumayan lama Depok kering dan bernyamuk. Suasana saat ini bisa dibilang penuh aroma tanah yang basah oleh hujan dibalut hembusan angin yang menyejukkan, jadi pengen kebab.
dear babarafi, you are so unyu
Seperti salmon-chan
Don't ask
Oh iya
Tadi juga beli jus jambu
| unyuuuuu~ ¯\(°_o)/¯ |
Seperti salmon-chan
Don't ask
Oh iya
Tadi juga beli jus jambu
oleh:
lukman
kebab unyu dan salmon-chan
2012-09-10T19:40:00+07:00
lukman
2012|babarafi|ciyus|depok|enelan|hujan|kebab|miamu|miapah|random|salmon-chan|September|unyu|
Comments
Sabtu, September 01, 2012
The Way of Cat
Hmm, kapan ya saya beli komik ini. The Way of Cat, judul aslinya nekomichi, one shot dari Iwaoka Hisae bla bla bla ada di sini. Isinya tentang kucing.
Pastinya.
Kucing-kucing yang bakal ditemukan saat baca komik ini: Tights, Sock, kaos kaki, Hanako (a.k.a meong, momo, dsb), dua kucing titipan, beberapa kucing liar di gang, kucing yang dagunya sedang digaruk anak SMA, pasangan betinanya Tights, dan satu anak kucing yang namanya tidak disebutkan.
Tights itu nama yang diberikan oleh Ibunya Riku untuk kucing yang diberi teman Ayah. Awalnya ibu tidak setuju dengan keberadaannya, lambat laun hatinya lumer oleh panasnya cinta yang bersemi perlahan, angin sepoi sepoi seketika berhembus menyejukkan bara amarah atas suaminya, Ooh.
![]() |
| gambarnya lucu hihihi~ |
![]() |
| Ayah pulang lebih cepat, membawa oleh-oleh |
![]() |
| Kucing lucu dengan bulu kaki seakan-akan memakai stoking (atau apalah itu namanya) |
![]() |
| cinta mulai bersemi |
Ya pokoknya gitu.
oleh:
lukman
The Way of Cat
2012-09-01T02:58:00+07:00
lukman
cinta|Hanako|hisae|iwaoka|kejutan|kucing|nekomichi|penerimaan|penolakan|review|screenshots|the way of cat|Tights|
Comments
Sabtu, Agustus 11, 2012
Daun Mangga yang Berguguran, Kucing-Kucing yang Berserakan
Kadang ada rasa iri saat mendengar lagu-lagu dari negeri seberang yang menyebut-nyebut sakura yang berguguran, romansa gugus bintang musim panas, sinar keemasan matahari di pagi beku, dan lain sebagainya. Dinyanyikan santai entah sebagai perumpamaan suasana hati atau memang sekedar cerita ringan tentang sekitarnya. Kok bisa pas.
Lagu tentang kelulusan yang liriknya menyentuh, tidak melibatkan coret-coret baju
Lagu tentang "si nomer satu" yang entah kenapa bikin saya lapar
Lagu lamaran yang sederhana namun unyu >/////< /heh
Dan lagu-lagu lain dengan segala hal sederhana yang penyampaiannya pas, saya suka. Kebahagiaan saat makan kue bersama teman sehabis pulang sekolah, daun-daun berguguran yang dihempas langkah-langkah ceria menuju lapangan bola di suatu sore, rintik hujan di luar jendela yang sendu dan kejutan secangkir cokelat hangat di meja kerja.
SEANDAINYA saya yang menulis liriknya, mungkin berkisar tentang daun mangga yang berguguran, atau kucing-kucing yang (kebetulan sedang) berserakan (di halaman rumah).
Lagu tentang kelulusan yang liriknya menyentuh, tidak melibatkan coret-coret baju
Lagu tentang "si nomer satu" yang entah kenapa bikin saya lapar
Lagu lamaran yang sederhana namun unyu >/////< /heh
Dan lagu-lagu lain dengan segala hal sederhana yang penyampaiannya pas, saya suka. Kebahagiaan saat makan kue bersama teman sehabis pulang sekolah, daun-daun berguguran yang dihempas langkah-langkah ceria menuju lapangan bola di suatu sore, rintik hujan di luar jendela yang sendu dan kejutan secangkir cokelat hangat di meja kerja.
SEANDAINYA saya yang menulis liriknya, mungkin berkisar tentang daun mangga yang berguguran, atau kucing-kucing yang (kebetulan sedang) berserakan (di halaman rumah).
| Daun Mangga yang Kesepian (yang lain sudah disapu) |
Sinar mentari merekah menembus rimbun daun
Kau sendiri di sana, melayang perlahan
Dihempas angin pagi
Hangat namun sepi
Bahkan burung enggan berkicau
Cerah namun sepi
Angin bertiup ke arah lain meninggalkanmu
Segar namun sepi
Layu dan kering menanti
Apa yang kau nanti?
Gelap dan gemuruh?
Hujan badai dan gelegar petir?
Bahkan mereka enggan meramaikan sepimu
oleh:
lukman
Daun Mangga yang Berguguran, Kucing-Kucing yang Berserakan
2012-08-11T12:24:00+07:00
lukman
berserakan|daun|demikianlah|gugur|kucing|lagu|lirik|mangga|random|sakura|sederhana|
Comments
Selasa, Juli 17, 2012
Jadwal Imsakiyah 1433 / 2012 untuk DKI Jakarta
Iseng nulis ulang jadwal imsakiyah rilisan bimasislam. Yang ini khusus untuk wilayah DKI Jakarta. Biasanya menjelang Ramadhan seperti ini jadwal imsakiyah dari berbagai penjuru bakalan banyak bertebaran di muka bumi, dan pastinya bersponsor.
Versi aslinya dan juga untuk wilayah Indonesia yang lain bisa didapatkan di sini. Ya tapi menurut saya gak layak print :p. Silahkan unduh rilisan saya yang fokus pada waktu maghrib yang diberi warna hijau dengan warna latar abu-abu agar pandangan senantiasa tertuju ke arah itu setiap kali memandang jadwal dan juga warna merah di waktu subuh sebagai tanda untuk berhenti dari kegiatan makan dan minum, ya jadwal ini terinspirasi dari lampu lalulintas tiga warna. Logikanya warna kuning itu dipakai di waktu imsak, akan tetapi karena ada rasa tidak sreg yang mendera hati ini maka saya urungkan niat menggunakan warna kuning dan karena satu dan lain hal tiba-tiba saya dilanda kemalasan untuk mengutak-atik lagi sehingga terlahirlah jadwal yang sederhana ini. Tautan untuk mengunduh ada di bawah.
Download: pdf, jpg
update:
berikut contoh cara penggunaan jadwal sederhana ini. Ini penting
Rabu, Juli 11, 2012
Es yang Mencair
Ada adegan, tentang dua orang yang sedang berbicara di sebuah kedai minum. Minuman yang terhidang adalah kopi dingin, pesanan basa-basi sekedar upah sewa duduk. Sang kopi dingin datang tersaji dengan beberapa potong es berbentuk kubus di dalam gelas tinggi. Tak butuh waktu lama dan pembicaraan pun beranjak serius. Sedikit demi sedikit informasi yang sensitif mengalir. Kemudian terucaplah sebuah kata yang membuat lawan bicara terkejut. Hening. Tatap pandang tak percaya membalut detik demi detik yang seakan membeku.
Lalu es di dalam gelas mengambil alih.
Bongkahan teratasnya tergelincir membentur dinding gelas. Menimbulkan suara yang secara ajaib mencairkan suasana. Seakan berujar, telanlah kenyataan yang baru kau dengar perlahan, biarkan mencair dalam hangatnya penerimaanmu. Perlahan.
nb: foto di atas bukan kopi, melainkan sirup marjan boudoin rasa coco pandan yang tersaji dalam gelas kecil hasil dari hadiah pembelian dua buah permen frozz. Lokasi pengambilan foto adalah di ruang tamu, di sebuah siang yang panas di kota Depok. Tidak ada hewan yang disakiti selama pengambilan foto.
Minggu, Juli 01, 2012
Cumi
Melepas penat dari macetnya Jakarta
Melepas lapar dan gemuruh perut
Kulihat dia di sana
Restoran masakan padang yang berkilau di kejauhan
Memanggilku ke pelukannya
Membisikkan kelezatan masakannya
Membuai dengan aroma rempahnya
Mempesonaku dengan sajian cepatnya
Oh cumi-cumi
Riang hatiku memandangmu
Oh cumi-cumi
Terpana ku dibuatmu
Jika kau terhidang yang lain tak terlihat lagi
Tertutup kemilau aura yang terpancar darimu
Rasa apa ini membuncah di hati
Rasa apa ini membuat wajah merona
Rasa apa ini menggetarkan sekujur tubuh
Oh cumi-cumi
Riang hatiku memandangmu
Oh cumi-cumi
Terpana ku dibuatmu
Terima kasih untuk menenangkan hatiku
Aku siap kembali menghadapi hari
Menaklukkan macetnya Jakarta
Dengan kekuatanmu
Oh cumi-cumi
oleh:
lukman
Cumi
2012-07-01T10:10:00+07:00
lukman
cumi|ika|lagu|lirik|makan|masakan|padang|squid|
Comments
Rabu, Mei 02, 2012
Bagian Termahal Dari Galon Aqua Isi Ulang
![]() |
| sangat mungkin ini bagian paling mahal dari se-galon Aqua isi ulang |
Sejak kapan kualitas air PDAM mengecewakan? buat saya pertanyaan itu jawabannya sejak saya belum lahir. Rumah nenek sampai sekarang cukup beruntung dengan durasi "nyala air" yang hanya aktif ketika tidak ada sinar matahari, curiga ini aliran tipe vampire, gak bisa dipakai buat nyuci bawang putih dan luka terbuka.
Ada juga kisah kasih aliran air yang mati sebulan lamanya, saya ulangi, SEBULAN. Untung waktu itu saya tinggal di tempat langit (kayaknya) belum menampung polusi, air hujan jernih, tampung menampung air pun lancar jaya. Ada kisah menampung air hujan di tempat polusi merajalela, jika dibiarkan beberapa waktu ada endapan misterius (karena males nyari tau) berwarna hitam.
Ada juga kisah saluran bocor yang mengakibatkan air menjadi keruh selama seminggu lebih, untung tetangga punya cadangan pompa air.
Ada juga kisah air tidak jernih dan tidak layak pakai. Awalnya dikira karena jarang dipakai, setelah seminggu mengalir dan kualitas keruhnya tak kunjung turun bisa dipastikan ada yang salah dengan saluran airnya (atau apalah, gak ngerti).
loh gak pake pompa air aja?
Pake kok, ini lagi ngomongin PDAM aja. Cerita soal pompa lain lagi lah. Enak ya yang di tempat tinggalnya cuman nyolok-nyolok random ke tanah dapet air.
gak lapor?
Sudah diusahakan, kadang geli juga kalau mengingat bagaimana saya tahu telp PDAM tempat saya berdomisili, bahkan orang di kantor situ pun gak tau.
Air isi ulang?
Udah juga. Untuk konsumsi memang menguntungkan melihat kisaran harga 3000-4000 Rupiah per-galon. Bandingkan dengan Aqua yang 12.000 Rupiah. Di beberapa tempat harganya lebih tinggi sih.
Jadi intinya ini postingan apa?
Random soal air lah. Oh iya ada anime tentang memancing judulnya Tsuritama, nonton deh. Ada soal airnya juga.
Terus apa hubungannya dengan judul postingan ini?
Air, jangan bikin saya mulai ngomong soal kenapa saya gak setuju dengan pairing Aang dan Katara deh.
oleh:
lukman
Bagian Termahal Dari Galon Aqua Isi Ulang
2012-05-02T05:16:00+07:00
lukman
air|aqua|avatar|depok|galon|isi|PDAM|pompa|tsuritama|tutup botol|ulang|
Comments
Senin, April 23, 2012
WIP
Gambar yang dibuat ketika hangout, ditampilkan menggunakan fasilitas screenshare yang tersedia.
| klik untuk memperbesar, lucu loh transisi kecil ke besarnya (penting man, penting) |
dan karena peserta hangout yang lain malah ribut ngemis-ngemis item di game online (dan ngeshare screen mereka yang sedang main game juga, luar biasa dicuekin sodarahsodarah), akhirnya malah ngegambar unicorn abal-abal yang mondar mandir di game.
| err, entah ini sebenarnya mahluk apa |
oleh:
lukman
WIP
2012-04-23T11:58:00+07:00
lukman
digital painting|GIMP 2.6|girl|google+|hangout|unicorn|
Comments
Jumat, Maret 30, 2012
cara menjinakkan wanita
oleh:
lukman
cara menjinakkan wanita
2012-03-30T11:26:00+07:00
lukman
danshi koukousei no nichijou|how to tame girls|random|tutorial|
Comments
Sabtu, Maret 24, 2012
Sora no Shita Yane no Naka
Judulnya dalam bahasa Indonesia "Dalam Atap di Bawah Langit". Gambar covernya lucu jadi saya beli. Apa isi komik ini? Gambaran singkatnya ada di sini. Termasuk serial tampan 4-koma, gaya komik yang kebetulan saya suka. Hanya terbit dua jilid. Begitulah. Kapan belinya saya lupa, pokoknya melibatkan pengalaman mengesankan salah turun halte busway karena melamunkan masa depan bangsa. Betapa sedihnya melihat negara ini diombang-ambing muslihat politikus haus kedudukan. Ditambah lagi media massa nasional penuh berita sampah dan provokasi yang menyedihkan. Saya harus melamunkan sesuatu! Saya rela salah turun halte busway demi negara.
Oke saya ngarang.
Ini foto komiknya.
review? review apa? saya cuman mau nyepam gambar.
Oke saya ngarang.
Ini foto komiknya.
review? review apa? saya cuman mau nyepam gambar.
oleh:
lukman
Sora no Shita Yane no Naka
2012-03-24T13:00:00+07:00
lukman
busway|dalam atap di bawah langit|gramedia|komik|sora no shita yane no naka|
Comments
Kamis, Maret 22, 2012
Hoshi wo Ou Kodomo
Satu lagi karya Makoto Shinkai, Hoshi wo Ou Kodomo (Children Who Chase Lost Voices from Deep Below). Mungkin ada yang bertanya-tanya "kok terjemahannya beda dengan judul aslinya ya?". Coba tengok wiki-nya terus ditonton, saya jamin paham.
Saya gak mau nge-review, cuman ingin sekali-kali bikin postingan BWK berupa gerombolan screencaps dari Hoshi wo Ou Kodomo. Jumlahnya kurang lebih sebanyak polisi tidur dari Mall Cijantung Tembus ke Kelapa Dua melalui kompleks Brimob. Theme Song film ini (Hello Goodbye& Hello - Kumaki Anri) pas sekali untuk dimainkan berulang-ulang seharian, apalagi setelah nonton. Ya setidaknya bagi saya. Pengisi suara tokoh utamanya kebetulan sama dengan pengisi suara Ika Musumealias cumi-cumi moe, saya kebetulan pemakan cumi-cumi (entah hubungannya apa).
Demikianlah.
Saya gak mau nge-review, cuman ingin sekali-kali bikin postingan BWK berupa gerombolan screencaps dari Hoshi wo Ou Kodomo. Jumlahnya kurang lebih sebanyak polisi tidur dari Mall Cijantung Tembus ke Kelapa Dua melalui kompleks Brimob. Theme Song film ini (Hello Goodbye& Hello - Kumaki Anri) pas sekali untuk dimainkan berulang-ulang seharian, apalagi setelah nonton. Ya setidaknya bagi saya. Pengisi suara tokoh utamanya kebetulan sama dengan pengisi suara Ika Musume
Demikianlah.
cocoknya disetel HD fullscreen, serius
Klik gambar untuk memperbesar, sekarang tampilan untuk gambar lumayan nyaman, seperti di google+.
Langganan:
Postingan (Atom)


















_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.02.09_%5B2012.03.22_10.08.47%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.00.23_%5B2012.03.22_10.06.34%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.00.38_%5B2012.03.22_10.06.52%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.01.18_%5B2012.03.22_10.07.49%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.03.29_%5B2012.03.22_10.10.15%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.03.39_%5B2012.03.22_10.12.58%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.03.47_%5B2012.03.22_10.13.12%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.03.55_%5B2012.03.22_10.13.52%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.04.06_%5B2012.03.22_10.16.30%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.05.13_%5B2012.03.22_10.17.48%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.05.18_%5B2012.03.22_10.18.27%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.05.25_%5B2012.03.22_10.18.05%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.06.41_%5B2012.03.22_10.20.21%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.07.17_%5B2012.03.22_10.21.04%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.07.19_%5B2012.03.22_10.21.12%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.07.21_%5B2012.03.22_10.21.19%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.08.26_%5B2012.03.22_10.22.58%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.08.57_%5B2012.03.22_10.23.35%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.09.12_%5B2012.03.22_10.23.59%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.09.19_%5B2012.03.22_10.24.16%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.09.20_%5B2012.03.22_10.24.22%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.14.16_%5B2012.03.22_10.29.29%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.14.31_%5B2012.03.22_10.29.50%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.15.13_%5B2012.03.22_10.30.38%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.17.59_%5B2012.03.22_10.35.33%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.18.32_%5B2012.03.22_10.36.12%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.19.34_%5B2012.03.22_10.37.22%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.19.48_%5B2012.03.22_10.37.41%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.20.10_%5B2012.03.22_10.38.17%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.21.02_%5B2012.03.22_10.39.15%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.22.44_%5B2012.03.22_10.41.12%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.27.16_%5B2012.03.22_11.02.55%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.47.59_%5B2012.03.22_11.23.50%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.49.04_%5B2012.03.22_11.24.59%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.49.24_%5B2012.03.22_11.25.25%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.49.41_%5B2012.03.22_11.25.48%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.50.12_%5B2012.03.22_11.26.27%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.50.20_%5B2012.03.22_11.26.41%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.52.43_%5B2012.03.22_11.29.12%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.54.08_%5B2012.03.22_11.30.45%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.55.11_%5B2012.03.22_11.31.55%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.56.02_%5B2012.03.22_11.32.52%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_00.59.47_%5B2012.03.22_11.36.44%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.01.25_%5B2012.03.22_11.38.27%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.04.57_%5B2012.03.22_11.42.04%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.07.44_%5B2012.03.22_11.45.02%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.10.15_%5B2012.03.22_11.47.40%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.18.56_%5B2012.03.22_11.56.30%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.20.18_%5B2012.03.22_11.57.57%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.20.26_%5B2012.03.22_11.58.11%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.24.23_%5B2012.03.22_12.02.14%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.31.38_%5B2012.03.22_13.06.40%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.27.04_%5B2012.03.22_13.02.00%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.33.23_%5B2012.03.22_13.09.06%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.33.56_%5B2012.03.22_13.09.44%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.35.04_%5B2012.03.22_13.10.57%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.41.36_%5B2012.03.22_13.17.42%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.42.55_%5B2012.03.22_13.19.09%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.43.06_%5B2012.03.22_13.19.25%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.50.42_%5B2012.03.22_13.27.13%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.53.04_%5B2012.03.22_13.29.40%5D.jpg)
_%5B1080p,BluRay,flac,x264%5D_-_THORA.mkv_snapshot_01.53.07_%5B2012.03.22_13.29.48%5D.jpg)