Seketika kau hela, sekejap saja bercucuran.
Sedihkah kau sehingga ia harus mengelus lembut pipimu? Terbakar amarah-kah kau sehingga ia harus mendinginkanmu? terbahagiakankah kau sehingga ia turun serta menyambut? Atau kau hanya ingin ia hadir begitu saja, tanpa alasan?
Apa kau menyambutnya dengan raungan di terang benderang? Atau menyimpannya dalam lirih bisu di kelam malam? Atau menyelipkannya dalam simpuh sujud penuh harap?
Seperti hujan bersambut pelangi, kuharapkan untukmu jernih setelahnya, di mata dan di hati.