Senin, April 29, 2013

nasihat tak sampai, kritik pedas apalagi

Pernah mendengar nasihat dari orang lain tapi malah kesal? Kenapa kesal? Apa karena bahasa yang dipakai terlalu nyelekit di hati? Apa karena nasihat tersebut malah menyesatkan? Atau karena memang antipati dengan yang namanya nasihat? Atau karena nasihat itu sebenarnya adalah konspirasi mahluk luar angkasa yang diberi pemanis dan mengandung hipnotis untuk memperdaya manusia sehingga mahluk luar angkasa itu bisa menguasai bumi tanpa manusia sadari?

Oke, katakanlah nasihat itu sudah sedemikian lembut, manis, tepat sasaran, berkilauan dengan itikad baik demi hal yang lebih baik. Apakah masih kesal? Kenapa? Apa monster Egosaurus mencengkram lehermu sedemikian kuatnya?

Well, whatever.

Macam-macam orang yang mengabaikan bahkan mencibir pemberi nasihat, yang paling sering terlihat biasanya mengatakan lima hal berikut:

  1. "Kamu gak tahu tentang saya, urus diri kamu sendiri blablabla", biasanya dikatakan kepada yang lebih muda atau orang random yang ujug2 mengingatkan.
  2. "Mana datanya? jangan asal ngomong, saya gak gitu ah!", biasanya dikatakan kepada orang yang point nasihatnya susah dibantah sehingga dikeluarkanlah ilmu menuntut statistik. 
  3. "Ah hidup itu gak semudah omonganmu, situ bisa sukses emang orang lain bisa sama?", biasanya dikatakan kepada orang yang memberi nasihat dan menunjukkan bukti jika nasihatnya itu berhasil. 
  4. "Jaman kita sudah beda, solusi jaman sekarang itu udah ga gitu lagi", biasanya dikatakan kepada yang lebih tua atau yang dianggap ketinggalan jaman. 
  5. "Ah jangan munafik lah, kayak ga pernah melakukan saja", biasanya dikatakan oleh orang-orang yang berpikiran orang yang sudah berbuat salah tidak usah menebar nasihat. Wahai mantan perokok tidak usahlah mengingatkan para perokok untuk berhenti, toh kamu juga pernah merasakan nikmatnya rokok. Gitu kali. 

Mungkin masih banyak lagi varian kata-kata untuk menangkal nasihat ya, haha.

Biasanya para penolak nasihat itu berpikiran:

  1. Tidak ada yang salah tentang diri saya, semua tentang pemberi nasihat adalah salah.
  2. Iya saya tahu tentang kesalahan itu, tapi cara pemberi nasihat mengingatkan itu mengesalkan, so, NO.
  3. Mahluk kebun binatang apa lagi yang belum saya sebut

3 langkah untuk mudah menerima nasihat
  1.  Jangan sombong
  2.  Jangan sombong
  3.  Jangan sombong


Kenapa saya nulis beginian?

AH, mungkin setelah iseng membaca artikel dari hasil pencarian ini. Salut untuk orang-orang yang bisa mengais hal positif dari kritikan negatif bin nyelekit lalu menjadikannya energi untuk lebih baik. Mungkin di mata orang-orang itu nasihat malah jadi suplemen gratis bergizi ya.

Jadi... panen mutiara dalam kritik pedas, duduk tenang saat disuapi nasihat, atau menunggu hingga musibah datang mengingatkan?

OH jika ada yang menanyakan sumber segala nonsense ini dari mana, source: saya.

kalau saya sih levelnya mungkin sudah kena musibah, Believe me it's hurt, and deal with it :D 

---------------------------------
edited because i want to