Senin, Oktober 22, 2012

no moe no life


download: .svg

Senin, Oktober 08, 2012

Belanja Tanpa Kata

Sesosok mas-mas random membuka pintu sebuah minimarket mainstream dengan sikunya, tidak ingin meninggalkan sidik jari. Langkah pertamanya ke dalam minimarket itu disambut silau lampu, terang benderang, begitu berbeda dengan malam pekat di luar sana. Sesaat kemudian matanya mulai bisa menyesuaikan kondisi cahaya, saatnya menjalankan misi utama, belanja.

Pandangannya pun menyapu rak-rak yang terbentang, langkah pun dimulai. Susunan botol-botol shampo dan sabun cair menyambutnya di rak pertama namun tak dihiraukan. Dia hanya ingin berputar sedikit ke ujung terjauh rak ketiga, ada deretan mie instan bersinar-sinar menunggu dijemput di sana. Di seberangnya ada rak minuman seduh instan berpijar minta disinggahi.

Semua barang belanjaan sudah masuk keranjang, saatnya tempat paling mendebarkan harus dikunjungi. Kasir.

Si mas-mas random menaruh barang belanjaannya di meja kasir. Perlahan. Tanpa suara.

"Selamat malam, anda punya kartu minimarket kami mas?" sang kasir membuka percakapan. Si mas-mas random menggeleng. hening sepersekian detik dan kasir pun mulai menghitung belanjaan. Hening. Yang ada hanya suara tombol mesin kasir dan scanner barcode bergantian dalam tempo yang teratur.

"Totalnya tiga puluh enam ribu seratus rupiah," suara sang kasir tiba-tiba memecah suasana khidmat si mas-mas random yang sedang menikmati bunyi-bunyian yang mulai renyah di telinga. Dikeluarkanlah selembar rupiah biru bergambar I Gusti Ngurah Rai.

"Ada uang seribu seratus rupiah mas?" sang kasir bertanya. Mas-mas random sadar maksud dari sang kasir, untuk memudahkan uang kembali nantinya, tapi apa daya, kebetulan ada seribu seratus rupiah di sakunya, inikah takdir? Entahlah, yang jelas si mas-mas random ini bersegera menyodorkan uang tersebut untuk memudahkan transaksi.

Struk belanja dicetak, uang kembalian diserahkan bersama struk belanja dan basa basi dari sang kasir. Mas-mas random menanggapi dengan tersenyum dan mengangguk kemudian berjalan ke arah pintu minimarket, mendorongnya dengan siku untuk alasan yang sama, kemudian menghilang di kegelapan malam bersama bungkusan belanjaannya.

Misi sukses.