Sabtu, Agustus 11, 2012

Daun Mangga yang Berguguran, Kucing-Kucing yang Berserakan

Kadang ada rasa iri saat mendengar lagu-lagu dari negeri seberang yang menyebut-nyebut sakura yang berguguran, romansa gugus bintang musim panas, sinar keemasan matahari di pagi beku, dan lain sebagainya. Dinyanyikan santai entah sebagai perumpamaan suasana hati atau memang sekedar cerita ringan tentang sekitarnya. Kok bisa pas.

Lagu tentang kelulusan yang liriknya menyentuh, tidak melibatkan coret-coret baju
Lagu tentang "si nomer satu" yang entah kenapa bikin saya lapar
Lagu lamaran yang sederhana namun unyu >/////< /heh

Dan lagu-lagu lain dengan segala hal sederhana yang penyampaiannya pas, saya suka. Kebahagiaan saat makan kue bersama teman sehabis pulang sekolah, daun-daun berguguran yang dihempas langkah-langkah ceria menuju lapangan bola di suatu sore, rintik hujan di luar jendela yang sendu dan kejutan secangkir cokelat hangat di meja kerja.

SEANDAINYA saya yang menulis liriknya, mungkin berkisar tentang daun mangga yang berguguran, atau kucing-kucing yang (kebetulan sedang) berserakan (di halaman rumah).

Daun Mangga yang Kesepian (yang lain sudah disapu)
Sinar mentari merekah menembus rimbun daun
Kau sendiri di sana, melayang perlahan
Dihempas angin pagi

Hangat namun sepi
Bahkan burung enggan berkicau

Cerah namun sepi
Angin bertiup ke arah lain meninggalkanmu

Segar namun sepi
Layu dan kering menanti

Apa yang kau nanti?
Gelap dan gemuruh?
Hujan badai dan gelegar petir?

Bahkan mereka enggan meramaikan sepimu