Rabu, Mei 02, 2012

Bagian Termahal Dari Galon Aqua Isi Ulang

sangat mungkin ini bagian paling mahal dari se-galon Aqua isi ulang

Sejak kapan kualitas air PDAM mengecewakan? buat saya pertanyaan itu jawabannya sejak saya belum lahir. Rumah nenek sampai sekarang cukup beruntung dengan durasi "nyala air" yang hanya aktif ketika tidak ada sinar matahari, curiga ini aliran tipe vampire, gak bisa dipakai buat nyuci bawang putih dan luka terbuka.

Ada juga kisah kasih aliran air yang mati sebulan lamanya, saya ulangi, SEBULAN. Untung waktu itu saya tinggal di tempat langit (kayaknya) belum menampung polusi, air hujan jernih, tampung menampung air pun lancar jaya. Ada kisah menampung air hujan di tempat polusi merajalela, jika dibiarkan beberapa waktu ada endapan misterius (karena males nyari tau) berwarna hitam.

Ada juga kisah saluran bocor yang mengakibatkan air menjadi keruh selama seminggu lebih, untung tetangga punya cadangan pompa air.

Ada juga kisah air tidak jernih dan tidak layak pakai. Awalnya dikira karena jarang dipakai, setelah seminggu mengalir dan kualitas keruhnya tak kunjung turun bisa dipastikan ada yang salah dengan saluran airnya (atau apalah, gak ngerti).

loh gak pake pompa air aja?
Pake kok, ini lagi ngomongin PDAM aja. Cerita soal pompa lain lagi lah. Enak ya yang di tempat tinggalnya cuman nyolok-nyolok random ke tanah dapet air.

gak lapor?
Sudah diusahakan, kadang geli juga kalau mengingat bagaimana saya tahu telp PDAM tempat saya berdomisili, bahkan orang di kantor situ pun gak tau.

Air isi ulang?
Udah juga. Untuk konsumsi memang menguntungkan melihat kisaran harga 3000-4000 Rupiah per-galon. Bandingkan dengan Aqua yang 12.000 Rupiah. Di beberapa tempat harganya lebih tinggi sih.

Jadi intinya ini postingan apa?
Random soal air lah. Oh iya ada anime tentang memancing judulnya Tsuritama, nonton deh. Ada soal airnya juga.

Terus apa hubungannya dengan judul postingan ini?
Air, jangan bikin saya mulai ngomong soal kenapa saya gak setuju dengan pairing Aang dan Katara deh.