Senin, Mei 30, 2011

ini kisah nyata!

Jadi begini ceritanya, tersebutlah suatu malam yang sangat gelap, tiga orang pemuda jomblo single kurang kerjaan melihat seekor kucing kecil lucu mempesona berkeliaran di depan kosan. Tiba-tiba aura kasih sayang mendadak terpancar dari mata kecil bersinar si kucing kecil, radiasi pesonanya begitu memukau, menyentuh hati siapapun yang menatapnya. Hati para pemuda itupun luluh, terbuai dan jatuh cinta. Oh inikah gerangan cinta yang menghiasi kisah manusia sepanjang masa? gairah pun dibuai terlena nikmati manis kata asmara *silahkan lihat lanjutannya di sini* *digibeng*

Singkat kata, setelah mengobrak-abrik persediaan pangan yang tersisa selepas makan, ditemukanlah sepotong ikan utuh (bentar deh, ini sebenernya lauknya siapa gitu, sudahlah), dan dengan sesegera mungkin dan tempo yang sesingkat-singkatnya ikan tersebut menjadi persembahan bagi kucing imut kecil lucu mempesona itu.

Berikut lanjutan ceritanya:


Err, yang terakhir itu adalah fiksi nan mahalebay sekedar pemanis (?). Bentuk muka oknum-oknum yang terlibat kejadian ini, status sosial, IPK terakhir, dosen pembimbing, progres skripsi, anime yang sedang ditonton, semua dirahasiakan demi menjaga kelangsungan hidup mahluk langka. Tidak ada hewan yang disakiti dalam kejadian ini, mungkin dibikin sebel sedikit tak apalah *dikeroyok kucing sekomplek*

Pesan Moral(?): Jangan mengganggu kucing yang belum dikenal saat si kucing sedang makan.





Berpikir sejenak...
Hmm...

Ini postingan macam apa sih ya? =_="

Selasa, Mei 10, 2011

Bergeming

Orang itu masih saja berdiri di tengah lalu-lalang manusia, menghirup keramaian yang memadati sebuah titik sibuk di tengah kota. Tidak ada yang mengenalnya, tidak ada yang memperdulikannya. Begitupun dengannya, tenggelam di dasar ketidak pedulian yang paling dalam dibandingkan sekitarnya. Ah mungkin memang dunia juga begitu, sarat dengan ketidak pedulian, dan orang ini sedang berlatih untuk menjadi yang paling hebat.



Sesekali matanya terpejam cukup lama, sambil menghirup udara, perlahan. Kemudian mendadak membelalak sembari menahan nafas ketika ada langkah tergesa yang melintas tak jauh darinya. Tak lama kemudian menghela seperti mendapatkan kelegaan yang luar biasa setelah langkah itu menjauh, entah karena alasan apa. Apa dia sedang lari dari seseorang?

Kadang ada senyum di ujung bibirnya melihat langkah-langkah berwajah bingung atau pandang kosong tak tentu arah yang melintas di hadapannya. Senyuman superior.

Dan dia masih saja di situ hingga jingga menyelimuti langit.

Kau tahu apa yang paling menyedihkan? Adalah aku yang (menemukan dan) menonton orang-orang seperti ini dan masih saja bergeming.

sumber gambar: Financial Post