Selasa, Juli 27, 2010

Kau Bertanya Tentang Apa

Yang kau lupakan? mungkin rangkaian mimpi yang membuaimu terlalu dalam, abai untuk mengamit lengan-lengannya dan mengajaknya ke dunia nyata. Dan kau mendapati dirimu terjaga dalam reruntuhan kenyataan. begitu?

 

Atau kau memang tidak ingat apapun dari awal dan hanya membual tentang lupa yang menderamu?

Apapun itu, kau terlihat tersiksa sekali, mengerang dalam diam lantas merintih lirih memecahkan kebisuan malam. 

Aku tak mengerti dirimu, tak pantas mengerti, tak ingin mengerti. 

 

Kau dan kesendirianmu yang terlihat begitu berharga bagimu dari seluruh hidup. Oh apa kau hidup? Apa ini pertanyaan yang perlu kau dengar dariku? Apa kau pernah benar-benar mendengarku? Apa kau peduli dengan hidupmu?

Minggu, Juli 18, 2010

Menggunakan Layanan Intensedebate untuk Form Komentar Blogspot

Jujur, saya kurang yakin dengan kebenaran susunan bahasa pada judul postingan ini :p. Tapi menulisnya dilanjut saja dulu, mudah-mudahan ada yang singgah dan memberikan sugesti untuk judul yang lebih baik dan benar :).

intensedebate

entah kenapa saya capture :p

 

Apa itu intensedebate? adalah layanan adu bacot online dari yang saya pahami, intensedebate adalah salah satu layanan sistem komentar untuk postingan di blog atau website (ada juga temannya, disqus). Lebih lanjutnya silahkan kunjungi FAQ yang ada di TKP. Saya sendiri kebetulan mengenal layanan ini setelah secara sengaja singgah ke blognya kang abid

 

Bagi yang blognya menggunakan layanan wordpress mungkin sudah cukup nyaman dengan sistem yang ada. Akan tetapi para pengguna blogspot seperti saya ini kadang agak tidak nyaman dengan sistem komentar yang disediakan. Dan demi kenyamanan itulah saya mencoba menggunakan layanan yang satu ini.

 

Singkat kata, saya melakukan sign up, setelah itu masuk ke dalam dashboard saya dan tercengang, maklum anak baru. Klik tab extras dan pilih widget. masukkan alamat blog anda (untuk kasus saya, saya masukkan alamat blogspot). nanti akan ada petunjuk untuk langkah-langkah instalasi widget intensedebate selanjutnya di sana *lagi males ngejelasin* *ditimpuk*. Yang jelas di awal instalasi ada dua pilihan, ingin dijadikan sebagai widget di blogspot atau menyatu dengan template. yang pertama instalasinya lebih mudah dari pada yang kedua. Akan tetapi saya pilih yang kedua karena loading (yang konon kabarnya) lebih cepat. 

 

Bagaimana dengan nasib komentar-komentar sebelumnya? nah di sana juga diberi pilihan apakah (1) akan menggunakan widget ini untuk seluruh postingan (dari awal) sehingga komentar yang masuk melalui form komentar standar blogspot akan tersembunyi, atau (2) hanya pada postingan terbaru setelah widget ini diaktifkan. saya memilih yang kedua, jadi menurut keterangan yang ada, seharusnya postingan ini adalah yang pertama kali merasakan layanan intensedebate, mari kita lihat *halah*. 

 

Jika anda punya lebih dari satu blog/website silahkan menggunakan layanan serupa pada blog anda yang lainnya dengan menambahkannya di akun intensedebate anda. klik tab sites dan masukkan alamat blog anda di sana. Ikuti langkah-langkahnya ya :).  

 

Oh iya, untuk pertanyaan seputar apa saja kelebihan intensedebate, apa benefitnya dari sisi pengunjung, apa saja fitur yang disediakan, siapa pemenang piala dunia 2014 menurut paul, silahkan kunjungi halaman FAQ di TKP. 

 

Sekian, mudah-mudahan postingan ini bermanfaat. 

ditulis ditemani alunan "better way"-nya Spencer Day

 

Rabu, Juli 14, 2010

Update Blog dari Chrome dengan ScribeFire

EHM! Mumpung lagi dihampiri rasa ingin meng-update blog, sekalian saja saya berbagi cara saya update blog :D. 

 

Berhubung saya pecandu pengguna yang lumayan setia terhadap browser Google Chrome maka saya mencoba memanfaatkan ekstensi-ekstensi yang disediakan untuk bersanding dengan browser yang satu ini. 

 

Adalah ScribeFire yang menjadi pilihan saya sebagai ekstensi untuk mengupdate blog. Layanan ini sebenarnya sudah ada sebagai add-ons pada Mozilla. Untuk memperbanyak isi postingan berikut saya jelaskan secara singkat cara instalasi dan kostumasi ScribeFire agar layak posting.

 

Pertama dan paling utama, kunjungi laman ekstensi-nya google chrome di sini atau langsung saja menuju ke TKP tempat di mana ScribeFire bersemayam. Silahkan baca-baca dulu di laman tersebut, perihal ScribeFire, siapa tahu saja anda menemukan ketidakcocokan yang mencolok. Baca juga testimoni dari para penggunanya, biasanya keluhan dan komplain bisa menjadi informasi berharga. Setelah yakin hendak meng-install ScribeFire, cari tombol bertuliskan "INSTALL" kemudian gerakkan krusor mouse anda ke arah tombol tersebut, tekan perlahan jangan terlalu kasar *ditimpuk keyboard*. Setelah pengunduhan selesai maka akan muncul gambar berikut: 

 

 

Setelah instalasi selesai, maka akan muncul icon seperti gambar di bawah ini di deretan ekstensi anda, klik untuk memakai ScribeFire :D

 

 

ScribeFire yang baru terinstall membutuhkan akses ke blog anda, cek laman ScribeFire untuk layanan blog apa saja yang didukung oleh ekstensi ini. Untuk contoh yang saya berikan di sini adalah blog saya sendiri :D. Setelah meng-klik icon ScribeFire anda akan `diantar` ke halaman ScribeFire yang belum terjamah (halah). Masukkan alamat blog anda kemudian tekan next untuk diproses,

 

 

Jika ScribeFire mendukung layanan blog anda maka akan muncul form seperti di bawah ini, isikan user dan password untuk mengakses blog anda. 

 

 

Klik Finish. Jika usaha anda sukses maka akan tampil tulisan seperti di bawah ini.

 

 

Jika ingin menambah blog anda yang lain ulangi lagi langkah di atas (dari add new blog). Untuk Postingan silahkan menuliskan saja di tempat penulisan :D 

 

 

Oh iya, untuk memasukkan gambar ke dalam postingan dari ekstensi ini nampaknya harus menggunakan `campur tangan` situs upload gambar secara terpisah karena fasilitasnya hanya menyediakan insert image url. Kebetulan saya menggunakan imgur.com untuk keperluan tersebut. Tinggal sertakan direct link-nya saja di tempat yang telah ditentukan. 

 

Semoga postingan ini bermanfaat. 

Senin, Juli 12, 2010

But I Never Will

SPENCER DAY - I GOT A MIND TO TELL YOU


I got a mind to tell you
What I’ve been tryin’ to tell you for so long
Don’t want to get it wrong

But I got a heart that’s soft and
Too open all too often
That’s a dangerous little combination

And I’m afraid a little brush aside
Could irreparably impair my pride
I got a mind to tell you, but I never will

Don’t want to take it easy
Don’t wanna play the game of be a friend
I came with false pretenses

And playing hard to get is getting me nowhere fast
Should I confess or lower my defenses?

Do I say the words I want to say
And risk the chance that you will run away?
I got a mind to tell you, but I never will

I got a mind to let you know
Cause I can’t hold it inside


Do I say the words I want to say
And risk the chance that you will run away?
I got a mind to tell you, but I never will

(sumber lirik)

Mendengarkan lagu ini membawa saya melamun sesaat, dibumbui segaris senyum. Tidak menyangka pernah tiba di titik itu, titik di mana lagu ini mendarat. Spencer Day benar-benar apik menuangkan lantunannya di antara denting piano. And yes, i never will :) for reasons.  

reaksi

Waktu itu ada acara silaturahim ke rumah saudara di daerah Tangerang. Masih dalam suasana lebaran. Saya seperti biasa, mojok diem menjauh dari percakapan, terbar cengar-cengir dan jawaban singkat jika ditanya sesuatu. Selebihnya menikmati dunia sendiri di handphone. Tidak terusik sampai mendengar satu komentar ceplosan ala keluarga *sigh* 

"eh, mas yang itu kok mirip artis siapa ya, rambutnya begitu" tunjuk seorang sepupu yang memang sudah lama tidak bertemu. waktu itu rambut saya agak menjuntai ke bawah menutupi mata. Tidak ada komentar dari saya cuman cengengesan. Tapi keingetan. Bukan salting atau apa. Ngerasa aneh aja. 

Esok harinya, potong rambut. 

Jumat, Juli 09, 2010

baka

Sejak kapan gemuruh ini terasa begitu menyiksa? Dan langkah yang semakin cepat, setengah berlari, tak menjauhkanku dari gemuruh itu. Oh mungkin itu suara derap langkahku sendiri. Aku tak peduli. Oh bahkan apakah rasa peduli itu pernah ada?

Semua terlihat seperti musuh, menatap dengan mata merah menyala, liur yang menetes dari ujung taring-taring lapar mereka. Dan aku mulai berlari. Dan aku benar-benar berlari. Aku dalam pelarian.

Lari itu terasa, terdengar, dan terlihat sangat bodoh
Oh ya, bodoh
Sangat bodoh

Oh, paling tidak masih ada kebodohan untuk dimiliki. Dan kelelahan.