Sabtu, September 11, 2010

Sepenuh Hati

Berlalunya Ramadhan bersambut kemeriahan Idul Fitri. Gejolak suka cita yang didendangkan sepanjang perjalanan, dahaga hati para perantau yang menemukan kedamaian dalam senyum kerabat di kampung halaman, munajat rindu untuk pertemuan dengan bulan penuh berkah sebelas purnama ke depan, saling mengucap selamat atas datangnya Syawwal, semua membaur menjadi satu semangat. Semangat Idul Fitri.

Jangan lupakan limpah ruah makanan yang membangkitkan hawa nafsu yang terkekang selama satu bulan sebelumnya, sungguh cobaan yang nikmat :p.

Di sisi lain gempita Syawwal ini masih ada juga sebagian orang yang berkeluh kesah. Tentang uang saku lebaran yang semakin menurun, pagi Syawwal yang terlalu cerah padahal mereka masih ingin berkemul, gangguan di jaringan komunikasi akibat lalu lintas data yang (mungkin) terlalu gemuk, lalu lintas yang padat merambat, sebutkan saja contoh keluhan lainnya. Biasanya keluhan itu kreatif kok, social media siap menampung segala keluhan (dan bahkan kadang makian) anda. Ahaha.

Selalu ada yang sepenuh hati, di balik senyum sederhana, di balik lembut sapaan hangat, di balik lirih permintaan maaf, di balik ulur tangan untuk membantu sesama, bahkan di balik keluh kesah tak tentu arah dan makian berdarah-darah. Mudah-mudahan kita senantiasa terjebak dalam kebaikan, sepenuh hati.

*sungkem*