Sabtu, September 19, 2009

Jelang 1 Syawwal 1430 H

pohn mahoni berebuah pisang
kalau ada kesaalhan mohon dimaafkan

hwaaaa, ga kerasa kita udah sampe di penghujung bulan Ramadhan. Dan tarawih terakhir pun sudah terlewatkan, kini kita menjelang bulan Syawwal.

dan tradisi silaturahim ke keluarga di pelosok pun kembali bergulir, minggu terakhir Ramadhan dihiasi dengan konsentrasi yang tersedot ke persiapan mudik a.k.a pulang kampung, masak hidangan lebaran yang beraroma kolesterol gratis, bikin aneka ragam kue, belanja pakaian, dan lain sebagainya.

dan konsentrasi gw pun juga tersedot

eh enggak ding, gw pulang ke Bandung, gak terlalu jauh, jadi yaa, persiapan seperti tahun-tahun sebelumnya, simple. yah bedanya lebaran kali ini tidak ditemani oleh Bapu (kakek) yang Alhamdulillah sudah wafat dengan tenang. Baju? bongkar aja lemari, ada satu baju koko dan sarung baru yang dari jaman kompeni belom dipake. Masak? nyokap masak sambel ati, opor, rendang, sebagian di bawa ke Bandung untuk dikonsumsi. kue? *ngelirik toples2 yang entah dari mana datangnya* done :) OH IYA juga bayar zakat fitrah.

yap, begitulah

monoton ya? ihihihi, entahlah, di rumah segalanya biasa aja, paling heboh itu detik2 sebelom berangkat sholat 'ied, grubuk2 mandi n lain sebagainya, setelah itu? keliling ke keluarga, pembagian "salam tempel" yang INSYA ALLAH gw hindarin tahun ini *ciciing*. yatapikalodipaksayaterpaksadehgapapadehyayaya *ditimpuk rendang*

selanjutnya icip2 hidangan lebaran yang rada seragam kecuali asinan di rumahnya om di pinggiran kota Bandung, hahaha *nyiapin space di perut* biasanya kita langsung cabut dari Bandung begitu acara selesai.

owkey, lupakan semua ritual di atas

terlepas dari ritual budaya yang berbaur dengan syari'ah (yang sudah jamak sekali di Indonesia ini), gw suka dengan point silaturahim dan saling bermaafan pada momen Idul Fitri ini, yang seakan memaksa gw dengan lembut untuk "berinteraksi" (okeh ini lebay). Yap pada akhirnya keshalehan sosial sudah dapat dipastikan mengambil peranan penting bagi kelangsungan hidup nantinya. Dan menjadi pesan terselubung untuk orang-orang yang bergenre ansos (anti sosial, jangan bilang autis ah) bahwa tiadanya interaksi itu bukan sesuatu yang baik bagi kelangsungan hidup kalian, kalian tidak dikenal, bahkan bisa jadi sumber fitnah (dituduh teroris ato bencong taman lawang misalnya).

ini mulai ngelantur, ahaha

yep, silaturahim, bagi gw, selalu menjadi petualangan yang unik. Senang bisa mengenal karakter, berusaha empati, menjalin komunikasi yang hangat, yaa dijalani saja ya, biar gak ribet-ribet amat, hihihi.

dan saling memaafkan, well, gw pribadi orang yang "rada sulit" memaafkan kalo ada yang udah keterlaluan, itu kekurangan gw, is not easy lah. Ya tapi ada usaha lah, dan sepertinya perkembangan "memaafkan" itu agak signifikan.

oh iya, sekalian aja gw minta maaf, sama teman-teman semua karena gw pasti punya kesalahan sama kalian. ya ngata-ngatain lah, ngutang lah, ngengangguin sampe bete lah, dan kesalahan-kesalahan yang lain. MOHON MAAF YAA~

dan mudah-mudahan kalian bisa memaafkan kesalahan gw di awal tulisan ini. perhatikan pantun yang aneh itu, sengaja gw tulis salah gitu (ngaco, gak logis, dll), karena intinya memang dua kata terakhir saja, MOHON DIMAAFKAN untuk kesalahan tulis di kata-kata sebelumnya :)

selamat hari raya Idul Fitri 1430 H, semoga kita bisa bertemu lagi di Ramadhan selanjutnya, amiin

Senin, September 14, 2009

terketuk

Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.
(QS: al-Ashr[103] 1-3)

Untuk teman-teman yang sedang menjaring limpahan pahala di bulan mulia ini, tenggelam dalam lafadz-lafadz qur'ani, berasyik masyuk dengan sejuknya tilawah, apakah yang menyusup ke dalam ruang renung dalam sanubari kalian kala bertemu ayat-ayat di atas?

apakah kalian melewatkannya begitu saja karena jaraknya yang dekat dari sesuatu bernama "khatam"? atau bahkan kalian meresapi tiap-tiap ayat yang kalian dengungkan sejak awal mula tilawah kalian?

T__T

*orang-orang yang merugi mode ON*

Minggu, September 13, 2009

buffer

dulu (dan sampai sekarang) blog ini adalah blog curhat

well, tadinya, sebelom gw berinteraksi dengan komunitas blog yang itu, blog ini emang gw rancang buat jadi tempat sampah yang sangat free style, mungkin postingan tahun kemarin dan kemarinnya lagi bisa jadi acuan ke-free style-an dan ke-seenak udel-an gw. Dan sumpah gw gak pernah ngerasain udel *ini gak penting*

blog ini benar-benar blog curhat orang-yang-gak-perlu-lo-kenal, mungkin gitu pesan yang tersirat. just another curhat blog.

oh jadi sekarang gw berusaha jaim?

anggeplah gitu, dengan segala kekurangan gw dalam melakukan sesuatu, gw berusaha beradaptasi dengan sesuatu, melakukan sesuatu yang beraroma "sosial" dan "bergaul" dan mengenal kata "saling" dalam arti yang lebih jauh.

yak sodara-sodara, gw adalah pemula dalam hal "sosial". Kalo keliatan canggung, ya memang begitulah, hehe.

eh kok kliatannya blognya sama aja sih? gak ada bedanya?

oh, masa sih? gw ngerasa beda loh, dan feel gw pas nulis gak semengalir seperti dulu, ada hal-hal yang biasanya gw tulis tiba-tiba saat ini gak gw tulis, for it's value.

ah apapun lah, paling gak blog ini bisa jadi buffer hal-hal yang berseliweran di otak gw. alasan untuk menulis harus tetap ada, harus. Mungkin ga terus-terusan di sini ya, hmmm, kepikiran juga.

yep, buffer bisa jadi alasan yang tepat sepertinya, hihihi


Selasa, September 08, 2009

deBlogger berbagi di bulan suci

waktu itu pertengahan Ramadhan

Malam di mana bulan bulat sempurna, sumingrah kepada para pesujud di surau-surau. Berbagi cahaya bersama pendar-pendar bintang yang menaburi tirai malam. Syahdu.

Okeh, gw agak kurang jago (bukan betina) nulis yang begonoan di atas, at least ngasih intro yang agak “not me” itu sekali-kali boleh lah

Sooo, hari sabtu minggu kemarin (5/9/09), tepat pertengahan ramadhan, deBlogger (komunitas blogger Depok) telah mengadakan bakti sosial (yah gw lebih sreg nyebutnya silaturahim sih, hihi) di panti werdha di depok, tepatnya di Panti werdha YAYASAN USAHA MULIA (Mandiri) Jl. Rapi No. 20 Pondok Petir. Sawangan Depok.

Well, pengalaman menarik

Berangkat selepas ashar, rombongan 10 motor berangkat dari kedaiQu menuju lokasi. Perjalanan menuju ke sana dihiasi dengan beberapa teman (hadyan, om yudhi n family) yang nyasar, ahaha, gak maksud ngetawain loh, tapi kalian emang nyasar kan? Kasian *ditimpukin*

Setibanya di sana agenda pun bergulir, gw pribadi sih masih berkeliaran ke luar panti untuk menjemput teman yang tertinggal. Alhamdulillah gw masih sempet untuk bagi-bagi kado ke penghuni panti dan bersalaman di “agak” penghujung acara (jangan Tanya ini istilah apa). Dan tak lupa foto-foto!

dan kucing mengalihkan konsentrasiku, as usual, gyahaha (sumber foto)

Beruntung banget yang bisa ngikutin acara dari awal sampai akhir, bisa kenal lebih dekat dengan penghuni panti yang berjumlah 18 orang itu (yak kita manggilnya opa dan oma, ada 8 opa dan 10 oma). Tapi pengalaman survei sebelum acara paling tidak memberi gambaran tentang kondisi panti dan penghuninya, terutama oma yang ngefans banget sama mbak mima *gyahahahahha ciee*

Selanjutnya kita bakalan balik ke kedaiQu untuk buka bersama

Berhubung jarak tempuh yang tidak dekat dan kepadatan lalulintas ala Puncak yang menghiasi jalan (hanya tanpa sistem buka tutup), maka kita semua terpaksa berbuka di jalan, well, satu botol teh sosro emang gak cukup buat gw, tapi gapapa lah.

Setelah sedikit selap selip akhirnya kami tiba dengan selamat dan kelaparan di kedaiQu, di sana sudah ada nek ipied, leni, temannya leni (lupa namanya) dan ay (setelahnya datang bunda novi dan om aris). Oh iya, mbak tika, mbak luvie n mbak ocha kabarnya nyasar dalam perjalanan pulang, well pengalaman seru bukan? *ditimpuk es campur*

Acara buka bersama sendiri berjalan menarik

ada perkenalan sekaligus penyampaian pesan dan kesan setelah kunjungan ke panti werdha barusan. Menyenangkan bisa tahu kalau kunjungan tersebut ternyata sangat berkesan di hati teman-teman. Dan gw juga.

Oh iya, menu buka puasanya ada es buah, es teh, ayam bakar dan tempe bacem dengan sambel yang gahar punya, ga nyesel gw makan sambil berlinangan air mata, terharu akan rasa sambel itu *lebay*. Dan tak lupa aneka kue buatan bunda novi (lupa apa aja) yang enaaaak, bikin ketagihan *masih terbayang nyocol risol ke sambel, mmmmmm*

Dan judul postingan kali ini menyebut kata “berbagi”

Gw selalu punya perasaan lega, ringan, lapang atau apalah itu, setelah “memberi sesuatu”, apa kalian juga begitu? Seakan paru-paru ini lebih luas lagi untuk bernafas. Dan kunjungan ke panti werdha kemarin itu menurut gw, dengan segala kekurangan yang ada, sangat LUAR BIASA MELEGAKAN.

ini bukan tentang materi

Dan senang untuk bisa tahu kalau opa dan oma di sana juga senang dengan kedatangan kami, rombongan penghibur di penghujung usia mereka yang sejengkal dua jengkal dari batu nisan.

Senang bisa berbagi sensasi lega itu

deBlogger Berbagi di Bulan Suci from ramadoni on Vimeo.

Terimakasih buat doni atas perjuangannya mengedit video dan mengabadikan keceriaan saat itu, good job brotha!

Dan kepada teman-teman deBlogger, terima kasih untuk partisipasinya dalam berbagi. You're so WONDERFUL.