Minggu, Agustus 23, 2009

day two

itu bahasa enggrisnya bener gak sih? *tunjuk judul*

hari kedua dari bulan ramadhan tahun 1430 Hiriyah. kenapa gw postingnya gini hari? gak kayak orang2 yang posting sehari seblom ramadhan, ato hari pertama ramadhan? karena gw mo out of the box *dipentung gegara ngegaya*

bener2 keluar box, dan border

ahahaha, not that reason

gw pengen dapet feel ramadhan, serius, dan dua hari ini, gw ngerasa gagal. *poor me*. sepertinya hati ini memang membaja, tak lumer dalam hangat ramadhan. feel like a dumb person.

okeh, gw lebay

kenapa gw ngerasa bodoh? all the advices yang dibicarakan seperti udah pernah denger, ato malah gw pernah baca sendiri literatur2 kisah penuh hikmahnya. gw nyombong? anggep aja gitu, dont care. gw lebih fokus ke otak dangkal gw yang cuman "tau" ini.

yep, setelah direnung, banyak faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi kebodohan ini. selalu begitu kan? itulah hidup

dan gw ngerasa ...err.. apa ya? ga layak gitu lah
i almost hate something called... myself..
okeh ini lebaynya mulai akut

Italic
masih tersisa 26 hari lagi *kalo gasalah* dan stagnan di titik ini jelas bukan hal yang baik bagi kesehatan jiwa. gw, si penulis ini, berteriak kepada seseorang bernama lukman, DO SOMETHING OR YOU ARE NOTHING!

entah didengar atau tidak, tapi kepalanya samar-samar mengangguk, dengan tatapan kosong..

met puasa

----------
gambar dipinjam dari sini

Minggu, Agustus 16, 2009

hari ini....

Hari ini, 64 tahun yang lalu...



Proklamasi kemerdekaan didengungkan dari serak suara radio yang bergema di sudut-sudut rumah, menyebar dari corong-corong pengeras suara, terbawa hawa semangat gegap gempita sebuah cita-cita untuk mampir dan mengendap di sanubari setiap orang, waktu itu.

INDONESIA MENYATAKAN KETERBEBASANNYA DARI PENJAJAHAN!

Dan semangat itu pun menggelora menyusupi hati dan membangkitkan semangat berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan.

Kibar merah putih begitu sakral, pertanda kemerdekaan bangsa
Kibar merah putih begitu jumawa, warisan tetes darah perjuangan
Kibar merah putih begitu suci, pusaka pahlawan tanpa pamrih
Kibar merah putih pertanda semangat untuk mempertahankan kata merdeka di jiwa-jiwa bangsa Indonesia, ahli waris dari perjuangan panjang.

Rabb, pantaskan aku jadi ahli waris perjuangan ini........

--------
gambar dipinjam dari sini

Kamis, Agustus 13, 2009

kalo orang bego kena teror ceprok

okeh gw emang bego
dan akhir-akhir ini bego gw bertambah
*dikemplang untuk intro postingan yang gak penting gini*

dan gw berniat untuk ga bego lagi *get de mining eh?*

dan akhir-akhir ini gw merasa dibego-begoin sama segala berita ber-genre terorisme. Oh gw juga merasa DITERRRRRRRRRROR secara terang-terangan oleh berita-berita itu.


teror ceprok

why?

gini nih gw, ga bisa merangkai alasan dengan baik dan terpuji *bertahan dari pemisuhan yang membabi buta*. ya tapi apa salahnya mencoba.

rangkaian beritanya dimulai dari bom meledak di Kuningan, berlanjut dengan si *katanya sih* om nurdin m t*p yang *katanya* mendalangi meledaknya bom itu. *terkutuklah siapapun yang meledakkan bom itu*. lalu ada bincang2 paling aneh yang pernah gw tonton antara om karni dengan sumber yang *katanya* mantan orang JI yang *katanya* tahu banget tentang om nurdin. wait, kita berenti dulu di sini.

kenapa ide laen gak muncul di tipi n media laen? fokus ke om nurdin banget? why? kan cuman katanya?

yak kemudian berita berlanjut dengan segala berita dengan keyword bom, jama'ah islamiyah, BLOG PENGAKUAN BOM dengan hujan typo yang memalukan *ga banget deh*, oy uryo, dan reportase ala termehek2 ke semua orang2 yang *katanya* dicurigai terlibat. mari menjeda *wogh apa ini artinya*

pertanyaan gw blom terjawab *tentang motif lain*

dan ENG ING EEENG
tiba-tiba sebuah rumah di mojokerto disergap, dikepung 17 jam lebih, diberondong dengan unlimited amo, dan yak! ada korban yang digembar-gemborin itu om nurdin eh taunya si boim. kembali menjeda. berita masih komeng tentang teror ala nurdin, silsilah teroris berbalut musik2 dramatis, video marshanda, komeng2 dari pakar intelejen yang *kedengerannya* rada seragam, diskusi2 seputar teroris, pemakaman yang ditolak warga, view kamar dengan kaos hotel dan tumpukan buku bertuliskan huruf arab, yang laen gw gak nonton *dikira gw nongkrong depan tipi 24 jam ya*

saat itu gw yakin, pertanyaan gw tentang kemungkinan motif laen gak pernah terjawab *pindah channel nonton spongebob*

kok postingan gw jadi acakadut gini ya?

ahahaha, niat gw nonton berita buat ngedapetin ilmu berasa sia-sia aja jadinya, yang dapet kok malah horor. maksud gw gak dapet ilmu itu adalah, gw gak pernah dapet penyimpulan apapun dari berita, kesannya gw disuruh nyimpulin sendiri dari segala drama yang ditampilkan itu. tapi kok berasa sebenarnya kesimpulannya sudah disimpulkan dari awal.

dan yak, gw emang bego buat urusan simpul menyimpul, salto sambil makan baso saja aku sulit *ditimpuk helm*

gak ada yang ngebantah waktu berita bilang A, gak ada suara lain waktu berita bilang B *brasa hijau daun*, gak ada pendapat lain waktu berita bilang C, boring. ini bener2 gak ada pendapat lain ato pendapat2 lain itu dibungkam sih? who knows

yah namanya juga perasaan, apalagi perasaan orang bego, apalagi perasaan orang bego yang lagi diteror, apalagi perasaan orang bego yang lagi diteror dan lagi laper, apalagi phmfffff *dibekap gegara riwil*

ah apapun itu, selamat hari pramuka! *loh akhirnya jadi gini*

--------
gambar dipinjam dari sini