Kamis, Oktober 22, 2009

aku tak ingat

Wajah itu tak pernah terlintas di benak
Tak pernah lagi

Tapi yang mampir di hati, waktu itu, dan cuplikan suasananya, walau diselimuti kabut, seakan tak lekang. Heran. Apa semua manusia seperti itu, sensasi mengendap begitu lama? Dan hati punya ruang memori sendiri untuk hal-hal yang tak terekam kepala?

Sayang, langkah ini terbentur labirin nan rumit hanya untuk mampir ke memori silam itu. Berputar-putar, tersesat, tak sampai. OH, aku yang menciptakannya, labirin itu.

Hanya untuk melupakan



Menggelikan, hati ini, entah kenapa, ingin kembali menjejak di kenangan itu, sekedar bernostalgia, melengkapi serpihan yang terserak. Tapi tak bisa. Aku tak pernah sampai, oh setidaknya, belum sampai.

kenapa aku ingin lupa? bagaimana kalau kujawab, "aku bahkan melupakan alasanku"? adakah mahluk di muka bumi ini mengangguk percaya?

Paling tidak aku masih bisa mengingat bagaimana debar itu menjalar ke sekujur tubuh, rasa yang membuncah untuk setiap hela nafas, senyum yang rekah sumingrah seakan setiap detik adalah pagi hari lengkap dengan aroma embun.

Pun kau ada di hadapanku, aku tak ingat.

3 komentar:

singer mengatakan...

bila kuingaaaaat janji manismuuuu
takkan habis waktu melamuun...

bila kuingat canda tawamuuu
kutunggu sampai malam meninggalkankuuuwh....

tikapinkhana mengatakan...

Kenapa harus dilupakan kalau memang sulit?

Anonim mengatakan...

babeh knp?leubay....