Sabtu, April 11, 2009

Licentia Poetica artinya adalah........

koneksi IM2 di Depok makin menyebalkan aja dua hari ini, GPRS moloo, argh bikin kesel aja nih, mana lagi badmood klop banget da ah. 

loh loh, gw kan lagi gak mo ngebahas ini, ahaha

hmmm, kalian suka baca-baca puisi gak? ato mungkin nulis puisi? ato kalian udah expert sama urusan "bermain kata" yang satu ini? sering memujanggakan diri? sebel dengan bahasa gw yang maha-acakadut? *loh ini apa hubungannya?* jika pertanyaan terakhir dijawab ya, maka anda memiliki insting bahasa Indonesia yang bagus, dan melihat kekacauan yang melanda bahasa saya *tiba-tiba bahasa saya jadi baku*

back to the mess..

nah, singkat kata, selama petualangan gw di dunia pujangga cap kaki tiga, kemaren gw nemuin istilah licentia poetica. Ada temen nulis sajak di note-nya di facebook yang kemudian dikomentarin yang ujung-ujungnya nyebut licentia poetica. Dasar emang gw udik bin laden jadi mlongo ga ngerti aja denger kata itu. 

UNTUNG ADA OM GOOGLE *luv u
dan habis gelap terbitlah terong *dikeplak Kartini*

jadi, Licentia Poetica itu kebebasan memanipulasi kata oleh penyair demi menimbulkan efek tertentu dalam karyanya dan terkadang menabrak kaidah-kaidah dasar berbahasa. Penyimpangan dari kaidah dasar biasanya terjadi pada arti kosakata (leksikal), bunyi-bunyi kebahasaan (fonologi), tata makna (semantis) maupun tata kalimat (sintaksis). 

okeh, gw gak ngerti banget semua istilah2 di atas, lah wong copas doang, hihi. tapi kalo mo lengkapnya bisa download [di sini] 

hal yang gw pahamin dari licentia poetica, penyair boleh aja melabrak kaidah bahasa, selama menimbulkan estetika tersendiri, huhu. Jadi kata diolah menjadi sesuatu yang bermakna, walaupun ga sesuai kaidah, dengan tujuan menyempurnakan ungkapan. 

dan lazimnya, ada majas dalam hampir setiap puisi. Majas itu pemakaian kata yang batas-batas maknanya menyimpang dari arti harfiah. jaman2 SMP dulu pasti dah pada pernah denger majas dong, ada metafora, personifikasi, asosiasi, repetisi dan favorit gw, hiperbola, ahahahaha *ktauan deh alasan gw lebay*

hmmm, gw jadi tergoda untuk memakai istilah licentia bloglukmanica, yang artinya kaidah khusus dalam tata bahasa yang membolehkan lukman untuk melabrak semua kaidah bahasa dalam blognya, wakakaka. maksa. 

tapi emang gw dari awal udah hobi ngelabrak tatabahasa se-labrak-labraknya *rusaaak*

oh bulan 
adakah kau purnama hari ini?
karena cintaku pasang

zzzzzzt, lebay kan? haha. siyu. 

4 komentar:

Dodi Mulyana mengatakan...

Itulah hebatnya penyair.. udah tau salah, dia masih punya lisensi untuk ngeles (moga-moga bukan ini alesannya :P)

inmyhead mengatakan...

hehe
sepertinya saya gak bisa jadi penyair, karena jelas-jelas akan menggunakan lisensi itu "sebijaksini" mungkin :D

aksara sastra mengatakan...

Tetapi yang kemudian menjadi rancu adalah jikakeleluasaan ini bergerak terlalu jauh. Misalnya seorang penyair seperti Sutardji yang menggoyang seluruh konvensi keumuman bersastra dengan mengembalikan konsep berpuisi pada mantra. Tindakan "menyeberang" semacam ini sebenarnya masih bisa dimaklumisebagai licentia poetika asalkan masih bisa dipertanggung-jawabkan secara logis. Namun jika kata yang disebutnya tidak mengantarkan pengertian itu kemudian dilepaskan sebebas-bebasnya, lalu untuk apa puisi dibuat? Bukankah karya satra, bahkan gejala bahasa dalam karya sastra itu untuk dimengerti, lalu dikaji, dan bukan mustahil kelak dibakukan. Jika kata sudah tidak mengantarkan pengertian maka hal itu sudah tidak logis dan merupakan licentia poetika yang kebablasan. Untuk pergerakan semacam ini, terang saja tidak akan mendapatkan pemakluman dari pihak pembakuan bahasa, karena hal itu tidak logis dan tidak berdasar.

Anonim mengatakan...

Makasih mba. Atau mas