Jumat, Februari 15, 2008

Ayo, gocek terus!!!

Apa sih yang kita harapin dari kondisi sepak bola Indonesia saat ini? Kalo gw banyak, banyak banget, walaupun banjir kecewa udah bikin erosi bagi harapan-harapan itu, gw tetap berharap. Yuph, so far so bad....

Anyway, sebelumnya, dan sebelum basi, selamat dulu buat Sriwijaya FC yang udah bikin sejarah baru di Indonesia dengan meraih double trophy tahun ini, Copa dan Liga. Kalian emang punya mental juara dan kalian emang pantas atas apa yang udah kalian raih.

ngambil foto di forum orang, gomenasai

Buat tim sepakbola yang masih muda ini, gw seneng ngeliat mereka cool abis di lapangan walaupun dikurung serangan, atau dikasarin, itu contoh yang baik. Klub lain gw rasa harus gentle dan mencontoh sikap yang satu itu. Entah apa yang Pak Rahmat Darmawan instruksikan, tapi emang keren. Nice strategy! Siapa tau pak RD ini bisa maen Football Manager dengan baik dan jago, gw mau dong berguru, hohohohoh.

Ngomongin soal sisi laen dari sepak bola Indonesia berarti ngomongin tentang 'sesuatu' yang luar biasa yang membutuhkan kepala dingin, tangan dingin, ruangan dingin dan minuman dingin buat ngebahasnya, pokoknya harus se-cool mungkin. Susah, susah banget, ngga semudah menentukan gw keren apa engga, itu jawabannya udah pasti dengan mahamudahnya disepakati semua orang.

Ambil aja contoh kasus terdekat yang baru kejadian minggu lalu pas semifinal liga Indonesia. Satu orang pendukung persija tewas SIA-SIA dalam sebuah 'pertandingan'. Dan itu ngga lama setelah kerusuhan di Kediri, tau kan, wasit ditabok di tengah lapangan, gawang dibakar, mobil dan rumah dirusak, dan masyarakat sepakbola dikecewakan untuk kesekian kalinya, udah mending kita putus aja [apa coba?].

Dan kemudian daftar orang-orang bersalah dikeluarkan masing-masing pihak. Si A nulis dari B sampai Z, si Z nulis dari A sampai Y, si AIUEO nulis semua huruf konsonan, si BMP nulis semua huruf yang dilafalkan dengan tidak mengatupkan bibir. Ngerti kan? Prinsip 'semua-salah-kecuali-gue' terlihat dengan sangat jelas. Yang adem ayem mungkin cuman pak ketua umum PSSI yang lagi nongkrong di wc sambil senyum-senyum di LP Cipinang. Musibah. Kemana sikap gentle dan mawas diri hilang? Di mana orang-orang dewasa ini menyembunyikan sikap 'dewasa' mereka?

Kalo salah itu diibaratkan bola, maka hampir seluruh pihak merupakan pengoper yang bagus, operannya hampir selalu akurat. Mereka saling menggocek kata-kata, menyusuri lapangan permasalahan, kemudian melakukan umpan silang ke jantung pertahanan, udah di depan gawang sodara-sodara! Dan............. Goooooooooooooooooooooblok, ternyata mereka hanya maen oper operan di depan gawang sampe subuh, ngga ada penyelesaian, penonton kecewa. Dan yang lebih parahnya lagi, gw kecewa.

Dan ngeselinnya lagi, ada juga yang memanfaatkan situasi dengan melontarkan pernyataan yang punya dampak politis di televisi, anggota dewan lagi! Gw cuma bisa geleng-geleng kepala tangan di atas sambil ngomong 'ajep-ajep'.

Sudahlah. Ini harus diakhiri. Ga pake banyak omong. Orang-orang dewasa itu harus mempergunakan kedewasaannya untuk memecahkan permasalahan ini.

Atau gw punya solusi praktis, gimana kalo semua pihak yang berwenang dalam persepakbolaan Indonesia nonton pelem kartun kapten Tsubasa bareng-bareng aja? Sapa tau dapat inspirasi yang baik dan keren. [ukirkan dalam hati kapten masa depan, lebih tangguh dari apa yang kita duga, dari pada terbawa hati yang gelisah, ....... gw lupa lanjutan sontreknya Tsubasa, heheh]